3 Manfaat Dogeng Pada Psikologi Anak-Anak

Author: | Posted in Coretan No comments
Orang Tua Mendidik Anak

Orang Tua Mendidik Anak. Foto: Google Images

Saat ini kegiatan mendongeng kurang populer di mata anak-anak, terlebih setelah munculnya gadget yang menawarkan hiburan instan. Mulai dari bangun hingga menjelang tidur, anak-anak dihadapkan pada smartphone yang siap menghibur mereka mulai dari internet, film, musik, hingga game. Kalaupun mereka merasa bosan dengan smartphone, mereka dapat pindah pada permainan yang lebih mengasyikkan di komputer.

Meskipun demikian, kegiatan membacakan cerita dongeng anak sebenarnya dapat memikat dan mendatangkan banyak manfaat, tak terbatas untuk anak-anak tetapi juga orang tua yang mendongeng untuk anaknya. Dengan membacakan cerita dongeng untuk anak maka dapat mempererat ikatan dan komunikasi yang terjalin antara orang tua dan anak.

Menurut para pakar psikologi, ada beberapa manfaat yang dapat dirasakan dari kegiatan mendongeng ini. Berikut tiga diantaranya.

Mengasah daya pikir dan imajinasi anak

Manfaat pertama yang dapat dirasakan melalui dongeng ialah anak lebih dapat mengasah daya pikir dan imajinasi. Hal ini tentu saja memberikan pengalaman berbeda kepada anak karena harus memvisualisasikan sendiri dari cerita yang ia dengar. Anak dapat membayangkan seperti apa karakter antar tokoh maupun situasi yang muncul dari dongeng tersebut. Dengan kata lain, seiring berjalannya waktu kreativitas anak dapat terbentuk.

Sekarang bandingkan dengan anak hanya melihat dari tayangan televisi maupun dari gadget. Anak hanya disuguhkan saja tanpa dapat membayangkannya. Hal ini tentu dapat mempengaruhi kreativitas si anak.

Media untuk menanamkan etika

Manfaat berikutnya dari cerita dongeng ialah orang tua dapat menanamkan berbagai nilai dan etika kepada anak. Hal ini juga dapat menumbuhkan rasa empati pada anak. Contohnya saja seperti menanamkan nilai-nilai kejujuran, rendah hati, kesetiakawanan, kerja keras, maupun tentang berbagai kebiasaaan sehari-hari seperti pentingnya menggosok gigi dan makan sayur.

Melalui cerita dongeng, anak dapat lebih mudah menyerap berbagai nilai tersebut karena orang tua tak perlu memberikan sikap memerintah atau menggurui. Sebaliknya, anak dapat belajar dari para karakter tokoh dalam cerita dongeng tersebut sehingga dapat menjadi teladan bagi anak.

Menumbuhkan minat baca anak

Adapun manfaat ketiga dalam membacakan cerita dongeng anak adalah dapat menumbuhkan minat baca anak. Setelah anak tertarik pada perbagai dongeng yang diceritakan, diharapkan mulai tumbuh rasa ketertarikan pada buku. Dimulai dari buku-buku dongeng yang disukainya, lalu meluas pada buku-buku lain seperti buku pengetahuan, sains, agama, dan sebagainnya.

Nah itulah setidaknya tiga macam manfaat dongeng yang dapat dirasakan anak dari segi psikologi. Ada tambahan?

Add Your Comment