Fenomena Penonton Bayaran Beserta Tetek-Bengeknya

Author: | Posted in Coretan 59 Comments

Berawal dari postingan gerombolan alay yang pernah Mas Jamal bahas, akhirnya Mas Jamal tertarik untuk menulis artikel tentang fenomena penonton bayaran yang sedang marak di stasiun-stasiun televisi.

Fenomena Penonton Bayaran Beserta Tetek-Bengeknya

Well, mencari sesuatu yang bukan tiruan di era globalisasi ini mungkin cukup sulit, apalagi dalam dunia hiburan. Penonton bayaran merupakan salah satu fenomena yang sering kita lihat belakangan ini.

Kenapa Harus Penonton Bayaran?

Hal ini dikarenakan semakin sulitnya mencari penonton yang dengan sukarela untuk meramaikan suatu acara di televisi. Sebagai solusinya maka penonton bayaranlah yang menjadi pilihan acara-acara di stasiun televisi. Tujuannya hanya satu yakni agar acara tersebut meriah dan lebih hidup yang akhirnya akan menaikkan rating acara itu sendiri.

Selain itu, penonton bayaran juga dianggap lebih mudah diatur karena itulah tugas mereka. Mereka akan dengan mudah diminta bersorak, menari, bertepuk tangan, atau bahkan menampilkan wajah sedih oleh pengarah acara.

Apa Motivasi Penonton Bayaran?

Motivasi para penonton bayaran ini beraneka macam. Menurut informasi yang berhasil Mas Jamal dapatkan, ada beberapa tujuan yang ingin dicapai oleh para penonton bayaran ini, yaitu:

  • Ingin masuk televisi.
  • Mengumpulkan uang. Baik untuk pribadi maupun kelompok.
  • Sebagai batu loncatan untuk menjadi artis atau model iklan.

Berapa Bayaran Para Penonton Bayaran?

Bayaran bagi para penonton bayaran ini bermacam-macam. Hal itu tergantung dari beberapa hal, yakni:

  • Jenis acara yang siarkan.
  • Stasiun televisi yang mengundang.
  • Kemampuan ekspresi untuk mengikuti keinginan sang pengarah acara atau sutradara.

Namun, para penonton bayaran umumnya akan dibayar antara 25-30 ribu per acara. Selain itu, dalam sehari mereka dapat menjadi penonton bayaran untuk 3-4 acara yang berbeda.

Bagaimana Cara Menjadi Penonton Bayaran?

Untuk menjadi seorang penonton bayaran bukanlah perkara yang mudah. Hal ini dikarenakan sudah adanya agen atau koordinator tertentu yang menghubungkan para penonton bayaran dengan stasiun-stasiun televisi yang membutuhkan.

Tugas agen maupun koordinator tersebut ialah menyediakan penonton dengan kategori yang diinginkan oleh sebuah acara. Soalnya, setiap acara pasti beda penontonnya. Betul nggak?

So, kalau ada orang yang ingin menjadi penonton bayaran maka harus menghubungi para agen maupun koordinator. Sayangnya, para agen ini sudah mempunyai para penonton bayaran tetap yang siap sedia jika tenaganya diperlukan. Kecuali jika memang ada acara tertentu yang membutuhkan penonton yang banyak, mungkin orang tersebut bisa direkrut agen-agen penonton bayaran.

Selain itu untuk menjadi penonton bayaran diperlukan beberapa syarat khusus seperti:

  • Looking good, enggak jelek-jelek amat.
  • Punya make up sendiri.
  • Bisa dandan dan mempunyai kostum yang bagus.
  • Bisa membangun suasana dengan kru.

Intinya untuk menjadi penonton bayaran itu tidak mudah. Penonton bayaran itu harus selalu mengikuti aturan yang ada, karena mereka benar-benar kerja, nggak hanya nonton.

Dimana Menemukan Agen Penonton Bayaran?

Nah, untuk yang satu ini Mas Jamal kurang tahu. Tapi, menurut informasi yang berhasil Mas Jamal dapatkan, para agen maupun koordinator penonton bayaran ini selalu berada di tempat-tempat acara sedang berlangsung.

So, kalau Anda berniat ingin mencoba jadi penonton bayaran maka datanglah ketempat acara-acara stasiun televisi dan bergayalah seunik mungkin. Karena semakin unik gayanya, kemungkinan Anda dilirik para agen semakin besar.

Selain cara di atas, Anda dapat mencari informasi dengan orang-orang yang ada di acara tersebut mengenai agen yang telah membayarnya. Kalau beruntung, mungkin Anda dapat diajak orang tersebut tuk menemui agen tersebut secara langsung.

Well, mungkin cukup sekian dulu artikel mengenai fenomena penonton bayaran yang semakin menjamur di televisi. Ada komentar? Mas Jamal tunggu komentarnya…

Comments
  1. Posted by Onay
    • Posted by Onay
      • Posted by rani
  2. Posted by antox
    • Posted by Onay
  3. Posted by inansaya
    • Posted by Onay
  4. Posted by efrian
  5. Posted by Al Lorenzo
  6. Posted by bunga
    • Posted by ujang atau uje
  7. Posted by kevin
  8. Posted by lilix venus
    • Posted by Jamal
  9. Posted by gempur
    • Posted by Jamal
  10. Posted by Faisal
    • Posted by Jamal
  11. Posted by Alid Abdul
    • Posted by Jamal
  12. Posted by Jefferly Helianthusonfri
    • Posted by Jamal
  13. Posted by udienroy
    • Posted by Jamal
      • Posted by Yeyentinging ciuz
  14. Posted by Nugs
    • Posted by Jamal
  15. Posted by tomi
    • Posted by Jamal
  16. Posted by IT-Soft Center
    • Posted by Jamal
  17. Posted by adibey
    • Posted by Jamal
  18. Posted by Trisnoaji
    • Posted by Jamal
  19. Posted by Qoreader
    • Posted by Jamal
      • Posted by eva
        • Posted by Jamal
  20. Posted by Lirik Lagu Indonesia
    • Posted by Jamal
  21. Posted by azien
    • Posted by Jamal
  22. Posted by hermawan
    • Posted by Jamal
  23. Posted by niee
    • Posted by Jamal
  24. Posted by yang penting share
    • Posted by Jamal
  25. Posted by ibnu ch
    • Posted by Jamal
  26. Posted by Andank
    • Posted by Jamal
  27. Posted by BeritaRemaja.Com
    • Posted by Jamal
  28. Posted by Bunda-Tina
    • Posted by Jamal
  29. Posted by Sriyono Suke
    • Posted by Jamal

Add Your Comment